Sesungguhnya Allah memisahkan antara ruh dan tubuh dengan kematian,
kemudian mengembalikan ruh ke dalam tubuh ketika manusia dibangkitkan dari
kuburnya dan dikumpulkan. Allah membangkitkan penghuni kubur dan
menampakkan apa yang ada didalam dada. Setiap mukallaf (orang dewasa dan
berakal sehat) akan melihat amal baiknya atau amal buruknya dihadirkan. Ia
akan mendapati detil amalnya tertulis dalam "kitab amal" yang tidak
meninggalkan perbuatan kecil maupun besar, melainkan ia mencatatnya.
Masing-masing orang akan mengetahui kadar amalnya, baik maupun buruk dengan
timbangan yang benar yang disebut "Mizan". Timbangan amal tidak sama dengan
timbangan pengukur berat barang, alat pengukur waktu, penggaris pengukur
jarak, ilmu arudh parameter ketepatan syair dan alat-alat pengukur lainnya.
Kemudian Allah menghisab mereka atas perbuatan, perkataan, rahasia, kata
hati, niat dan akidah mereka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Mereka akan menemui perlakuan yang berbeda-beda dalam hisab itu. Ada yang
dihisab secara rinci, ada yang mendapat kemudahan, ada yang masuk surga
tanpa dihisab. Mereka digiring ke "Shirath", yaitu jembatan yang terbentang
di antara tempat tinggal orang-orang yang celaka dan orang-orang yang
bahagia, yang lebih tajam daripada pedang, lebih lembut daripada rambut. Ia
bisa diseberangi dengan mudah oleh siapapun yang selama didunia menempuh
jalan lurus yang sama dengan "Shirath" dalam hal kesamaran dan
kelembutannya. Dan siapapun yang menyimpang dari jalan yang lurus akan
tergelincir, kecuali jika ia dimaafkan dengan kemurahan-Nya.
Bila anda mau detailnya masalah : "Hari Kiamat, Yaumul Hisab, Surga dan
Neraka" saya ada kumpulan terjemah dari ayat-ayat Al Qur'an, masing-masing
terpisah mengenai bab tersebut, bila anda mau kirim e-mail kesaya, insya
Allah akan saya kirim.
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga tulisan ini dapat menambah
keimanan kita, agar bisa menancap dihati kita yang paling dalam , supaya
tidak tergangu oleh ilah-ilah yang lain kecuali Allah Swt yang selalu
didalam hati kita, semoga sampai diakhir hayat kita, sehingga kita mati
dalam keadaan Khusnul Khotimah, insya Allah.
Alhamdulillaahirrabbil'alamiin, Wassalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sukarman.
Barang siapa yang mau beramal shaleh, tolong tulisan ini diforward ke kawan
atau sanak saudara kita.
Saya belajar, saya beramal, saya berdakwah dan saya berusaha menjadikan
orang lain berbuat sama, insya Allah.
Sumber: Al Qur'an dan Kitabul Al-Arba'in fii Ushuliddin karya Imam
Al-Ghazali, yang diterjemahkan oleh Zaid Husein Alhamid.
Kiriman sdr. Sutiknya tgl 05/feb/2004
Selasa, 06 Mei 2008
HARI AKHIR (KIAMAT)
Selasa, 29 April 2008
Aku Dimakamkan Hari Ini
Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang, sendiri, menunggu keputusan...
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi, Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal, Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain, aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.
Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian, Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga, Tangan kananku menghibur mereka, kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan, tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan ...
Menyesal sudah tak mungkin, Tobat tak lagi dianggap, dan ma'af pun tak bakal didengar, aku benar-benar harus sendiri...
Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya), jika kau beri aku satu lagi kesempatan, jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu, beberapa hari saja...
Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka, yang selama ini telah merasakan zalimku, yang selama ini sengsara karena aku, yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini, yang kukumpulkan dengan wajah gembira, yang kukuras dari sumber yang tak jelas, yang kumakan, bahkan yang kutelan. Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu
Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka , maafkan aku ayah dan ibu , mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku, untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu, bersama mereka ...
begitu sesal diri ini karena hari hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali mengapa ku sia sia saja , waktu hidup yg hanya sekali itu andai ku bisa putar ulang waktu itu ...
Aku dimakamkan hari ini, dan semua menjadi tak terma'afkan, dan semua menjadi terlambat, dan aku harus sendiri, untuk waktu yang tak terbayangkan
( kiriman sdr. Widodo Kusseto tgl 29 /agust / 2003 )